agen sabung ayam - judi sabung ayam - sabung ayam online

Agen s128 online di Kabupaten Alor

agen s128 - Kabupaten Alor ialah satu kabupaten di propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibukota Alor ada di Kalabahi. Masyarakat Alor sejumlah seputar 201.515 jiwa (2016), sedang luasnya ialah 2.864,6 km². Kabupaten ini berupa kepulauan serta dilintasi jalan pelayaran dagang internasional ke Samudera Pasifik. Pada tahun 2006, PAD kabupaten ini sebesar Rp. 13 miliar dengan pergerakan perkembangan ekonomi 5,9% serta penghasilan per kapita Rp. 1.200.000,

sabung ayam online - Menurut narasi yang tersebar di warga Alor, kerajaan paling tua di Kabupaten Alor ialah kerajaan Abui di pedalaman pegunungan Alor serta kerajaan Munaseli di ujung timur pulau Pantar. Satu saat, ke-2 kerajaan ini ikut serta dalam satu Perang Magic. Mereka memakai kekuatan-kekuatan gaib untuk sama-sama merusak. Munaseli kirim lebah ke Abui, sebaliknya Abui kirim angin topan serta api ke Munaseli. Perang ini pada akhirnya dimenangi oleh Munaseli. Konon, tengkorak raja Abui yang pimpin perang itu sekarang ini masih tersimpan dalam satu goa di Mataru. Kerajaan selanjutnya yang dibangun ialah kerajaan Pintar yang terdapat dekat kerajaan Munaseli serta Kerajaan Bunga Bali yang berpusat di Alor Besar. Munaseli serta Pintar yang bertetangga, pada akhirnya ikut serta dalam satu perang yang mengakibatkan Munaseli minta pertolongan pada raja kerajaan Majapahit, mengingat awalnya sudah kalah perang menantang Abui.

s128 - Seputar awal tahun 1300-an, satu detasmen tentara pertolongan kerajaan Majapahit datang di Munaseli tapi yang mereka dapatkan hanya puing-puing kerajaan Munaseli, sedang penduduknya sudah melarikan diri ke beberapa tempat di Alor serta sekelilingnya. Beberapa tentara Majapahit ini pada akhirnya banyak yang akan memutuskan untuk tinggal di Munaseli, hingga tidaklah heran bila sekarang ini beberapa orang Munaseli yang bertampang Jawa. Momen pengiriman tentara Majapahit ke Munaseli berikut yang melatarbelakangi dikatakannya Galiau (Pantar) dalam buku Negarakartagama karya Mpu Prapanca yang ditulisnya pada saat jaya kejayaan Majapahit (1367). Buku yang juga sama menyebutkan Galiau Watang Lema atau beberapa daerah pesisir pantai kepulauan. Galiau yang terbagi dalam 5 kerajaan, yakni Kui serta Bunga Bali di Alor dan Blagar, Pintar serta Baranua di Pantar. Aliansi 5 kerajaan di pesisir pantai ini dipercaya mempunyai jalinan dekat antara satu dengan yang lain, bahkan juga raja-raja mereka akui mempunyai leluhur yang sama.

situs s128 - Pendiri ke 5 kerajaan wilayah pantai itu ialah 5 putra Ingin Wolang dari Majapahit serta mereka di besarkan di Pintar. Yang paling tua diantara mereka menyuruh wilayah itu. Mereka mempunyai jalinan dagang, bahkan juga jalinan darah dengan aliansi sama yang terbentang dari Solor sampai Lembata. Jalan perdagangan yang dibuat bukan sekedar diantara mereka dan juga sampai ke Sulawesi, bahkan juga ada yang mengatakan jika kepulauan kecil di Australia sisi utara ialah punya jalan perdagangan ini. Mungkin oleh karena itu waktu lalu beberapa pemuda dari Alor Pantar lakukan pelayaran ke pulau Pasir di Australia sisi utara. Laporan pertama beberapa orang asing mengenai Alor bertanggal 8–25 Januari 1522 ialah Pigafetta, seseorang penulis bersama dengan awak armada Victoria sudah sempat berlabuh di pantai Pureman, Kecamatan Alor Barat Daya. Saat itu mereka dalam perjalanan pulang ke Eropa sesudah berlayar keliling dunia serta sesudah Magelhaen, pemimpin armada Victoria mati terbunuh di Philipina. Pigafetta menyebutkan Galiau dalam buku hariannya. Observasinya yang salah ialah masyarakat pulau Alor mempunyai telinga lebar yang bisa dilipat untuk jadikan bantal pada saat tidur. Pigafetta jelas sudah salah lihat payung tradisionil orang Alor yang terbuat dari anyaman daun pandan. Payung ini digunakan membuat perlindungan badan pada saat hujan.

bolavita - Sebelum masuknya agama-agama besar, masyarakat Alor berpedoman memahami animisme serta dinamisme. Mereka menyembah matahari (Larra/Lera), bulan (Wulang), sungai (Neda/dewa air), rimba (Addi/dewa rimba), serta laut (Hari/dewa laut). Sekarang ini sebagian besar masyarakat Alor ialah penganut agama Kristen (Katolik serta Protestan), sesaat bekasnya ialah pemeluk agama Islam, Budha serta Hindu

comments powered by Disqus