agen sabung ayam - judi sabung ayam - sabung ayam online

ayam aduan terbaru 2019 online handphone

Beradu ayam jago atau biasa dimaksud sabung ayam adalah permainan yg sudah dikerjakan warga di kepulauan Nusantara mulai sejak dulu. Sabung ayam adalah perkelahian ayam jago yg punyai taji serta kadang ditambahkan logam yg runcing di tajinya. Permainan sabung ayam di Nusantara nyata-nyatanya bukan hanya satu permainan hiburan semata-mata buat warga, akan tetapi adalah satu narasi kehiduan baik sosial, kebudayaan serta politik.

Permainan sabung ayam di pulau Jawa datang dari folklore (narasi rakyat) Cindelaras yg punyai ayam sakti serta diundang oleh raja Jenggala, raden Putra buat mengadu ayam. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden putra dengan satu ketentuan, kalau ayam Cindelaras kalah jadi dia bersedia dipancung kepalanya, akan tetapi kalau ayamnya menang jadi 1/2 kekayaan Raden Putra jadi punya Cindelaras. Dua ekor ayam itu lantas berlaga dengan gagah berani. Akan tetapi dalam saat yg sigkat, ayam Cindelaras sukses menang menantang ayam sang Raja. Selanjutnya Raja mengaku keunggulan ayam Cindelaras. Pirsawan bersorak sorai mengelu-elukan ayam Cindelaras yg gagah itu. Sewaktu yg sama sang Raja jelas jika Cindelaras gak lainnya yaitu putranya sendiri yg lahir dari permaisurinya yg terbuang gara-gara iri dengki sang selir. Disamping itu, riwayat sabung ayam pula sebagai pengingat 3 moment besar di Nusantara salah satunya:

Moment Politik di Jaman Lantas
Riwayat sabung ayam ikut jadi satu pengingat moment politik pada waktu lampau. Kejadian kematian Prabu Anusapati dari Singosari yg terbunuh waktu melihat sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati berlangsung di hari Budha Manis atau Rabu Legi disaat di kerajaan Singosari tengah berjalan keramaian di istana kerajaan diantaranya yaitu pertunjukkan sabung ayam. Ketentuan yg laku yaitu siapa saja yg dapat masuk ke ajang sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Ken Dedes ibu Anusapati memberikan nasehat anaknya supaya tdk melepas keris pusaka yg difungsikan awal kalinya, akan tetapi sekejap disaat sabung ayam belum juga dikerjakan di ajang Anusapati terpaksa sekali membebaskan kerisnya atas himpitan Pranajaya serta Tohjaya. Pada waktu itu di ajang berlangsung kericuhan serta selanjutnya moment yg ditakutan Ken Dedes berlangsung di mana kericuhan itu merenggut nyawa Anusapati.

Adat Mengharmoniskan Pertalian Antar Manusia
Di Bali riwayat sabung ayam memperingatkan pada adat yg dimaksud Tajen. Tajen datang dari tabuh rah, diantaranya yadnya (upacara) dalam warga Hindu di Bali. Maksudnya mulia, adalah mengharmoniskan pertalian manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtunan dari upacara sarananya menggunaan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, serta beragam tipe hewan peliharaan lainnya. Awal kalinya lantas dikerjakan ngider serta perang sata dengan peralatan kemiri, telur serta kelapa sebelum disembelih. Perang sata dikerjakan oleh ayam dalam serangkaian kurban suci yg dilaksanaan tiga partai (telung perahatan), yg melambangkan penciptaan, pemeliharaan, serta pemusnahan dunia. Perang sata adalah lambang perjuangan hidup. Adat ini udah lama kurang lebih tahun 1200 sejak kerajaan Majapahit yg mengerjakan pelarian ke Bali.

Lambang Pertalian Sosial Antar Warga
Dalam kebudayaan Bugis sendiri riwayat sabung ayam adalah pengingat bahkan juga sudah menempel jadi budaya lama dalam tunjukkan pertalian sosial antar warga dari sana. Gilbert Hamonic menyebutkan jika kultur Bugis kental dengan mitologi ayam. Sampai raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yg bermakna Ayam Jantan dari Timur. Dulu orang tdk dimaksud pemberani kalau tdk punyai rutinitas minum arak serta beradu ayam. Serta buat mengasosiasikan dengan keberanian itu umumnya ketimbang dengan ayam jantan sangat berani di kampungnya.

Pada tahun 1562 Raja Gowa X Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tanipalangga Ulaweng menghadirkan kunjungan sah ke Kerajaan Bone serta diterima jadi tamu negara. Raja Gowa lalu ajak raja Bone La Tenrirawe Bongkange buat menyemarakkan satu acara dari sana dengan sabung ayam. Singkat kata ayam sabungan Raja Gowa kalah oleh ayam sabungan raja Bone. Raja Gowa kehilangan 100 katie emas yg awal kalinya dipertaruhkannya. Hal tersebut adalah pertanda kekalahan yg sangatlah memukul serta bikin raja Gowa malu. Di satu bagian kemenangan raja Bone memposisikan kerajaannya dalam tempat psikologis yg kuat pada kerajaan kecil yg ada di sekitarnya.

comments powered by Disqus